Senin, 28 November 2011

Ekonomi Kreatif

Secara umum, sejarah perkembangan peradaban ekonomi dapat dibedakan menjadi empat jaman:
(1)   Jaman Pertanian;
(2)   Jaman Industri;
(3)   Jaman Informasi;
(4)   Jaman Konseptual.
Kita telah melewati jaman pertanian, jaman industri dan jaman informasi. Peradaban ekonomi sekarang ini masuk pada jaman konseptual dimana pada jaman ini yang dibutuhkan adalah para kreator dan empathizer. Kemampuan untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan sense atau nilai seni, teknologi, pengetahuan dan budaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan ekonomi, sehingga muncullah ekonomi kreatif sebagai alternatif pembangunan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena ekonomi kreatif  berpotensi besar dalam :
·         Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan;
·         Menciptakan Iklim bisnis yang positif;
·         Membangun citra dan identitas bangsa;
·         Mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan;
·         Menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa; Memberikan dampak sosial yang positif.

Maka dari itu kita harus mengembangkan dan mulai menjalani program ekonomi kreatif untuk terciptanya kesejahteraan masyarakat Indonesia nantinya.

Sabtu, 19 November 2011

Bali Utara Semakin Menarik untuk Investasi

   Pengembangan Tabanan, Bali kian semarak seiring dengan pertumbuhan pariwisata Bali ke arah utara. Hal itu mendorong kawasan itu kian dilirik untuk investasi properti.
Terkait itu, PT Bakrieland Development Tbk meluncurkan Kondotel Eaton Luxe, Nirwana Bali Resort, Tanah Lot, Tabanan. Produk investasi premium ini memberikan jaminan pengembalian sewa sebesar 40 persen dalam 5 tahun pertama. Peluncuran Eaton Luxe Nirwana Bali dilaksanakan di Tabanan, Bali, Sabtu (19/11/2011).
  Manajemen operator Eaton Luxe dikelola Langham Hospitality Group. Presiden Direktur Bakrieland unit usaha Hotel & Resorts Marudi Surachman, mengemukakan, perkembangan properti di Tabanan terus berlangsung seiring berkembangnya pariwisata Bali ke arah Utara, dan sejalan dengan rencana pemerintah untuk menjadikan Bali sebagai tujuan wisata internasional dan pengembangan ekonomi kreatif.
Chief Marketing Officer Hotel Development Bakrieland unit usaha Hotels and Resorts Deden Sudarbo menambahkan, saat ini jumlah kunjungan wisata ke Tabanan mencapai 1,7 juta orang per tahun.
   Pengembangan wisata ke daerah yang terus berkembang sangat potensial. Eaton Luxe dibangun pada area seluas 20.000 meter persegi, dengan total 178 unit, terdiri dari 133 unit standar, 24 unit satu kamar, 21 unit dua kamar. Luas unit mulai dari 48 meter persegi (m2)-251 m2.
Harga jual rata-rata Rp 24 juta per m2. Kondotel yang dibangun pada areal seluas 2 hektar ini menawarkan pemandangan lahan sawah dan area golf dengan dilengkapi taman vertikal.
Investor unit kondotel memperoleh hak menginap selama 21 tahun, dengan jaminan pengembalian sewa 40 persen dari nilai investasi dalam 5 tahun pertama. Proyek itu rencananya dibangun mulai Februari 2012 dan tuntas pada awal tahun 2014. "Eaton Luxe akan melengkapi Bali dengan kehadiran kondotel untuk tujuan bisnis maupun liburan.
     Menurut pendapat saya, Bali memang mempunyai banyak peluang untuk berinvestasi, karena bali merupakan lokasi pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri, dengan dibukanya usaha hotel & resort wisatawan akan banyak yang mengunjunginya maka akan menambah pemasukan negara, dan terciptanya kerja sama yang baik oleh investor luar negeri.

INVESTASI JANGAN SAMPAI MENGORBANKAN USAHA KECIL

  Anggota Komisi VI DPR Ecky Awal Mucharam mengatakan, sehubungan iklim investasi yang sudah semakin kondusif di Indonesia, pemerintah diharapkan mampu menciptakan dan menjaga iklim investasi dengan pengaturan koordinasi yang baik.

Dalam pandangannya, selain jaminan keamanan, perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan ketersediaan infrastruktur ada masalah penting lain yang juga perlu mendapat perhatian pemerintah. Semua dalam rangka menarik minat investor baik dari dalam maupun luar negeri. Antara lain masalah kelestarian lingkungan dan kelangsungan usaha rakyat.

Menurut saya, jangan hanya ingin menambah investor yang banyak, lalu kita mengorbankan lingkungan hidup yang bisa berakibat fatal bagi kehidupan dimasa depan kelak. Di samping itu, investasi yang dilakukan tidak boleh mematikan usaha atau ekonomi rakyat kecil. Karena bagaimanapun juga, untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan untuk menjadikan Indonesia lebih maju, masing-masing pihak perlu menciptakan iklim yang kondusif untuk berinvestasi.

Salah satu contoh yang dapat kita ambil adalah dalam proses penerbitan izin harus memperhatikan tata ruang, nantinya justru bisa menjadi boomerang, pemberian izin seharusnya melalui proses yang benar dan jelas.

PEMERINTAH HARUS BERANI MENAIKAN HARGA BBM BERSUBSIDI.


Pemerintah harus segera mengeluarkan kebijakan soal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Salah satunya dengan menaikkan harga BBM Rp 500 hingga Rp 1.500 per liter mulai Mei mendatang.
Ini merupakan bentuk antisipasi dalam menghadapi gejolak harga minyak mentah dunia agar tidak sampai terlampau parah berimbas terhadap anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2011.
Pemerintah harus berani menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebab, seluruh faktor yang dipersyaratkan untuk pemberian kewenangan pemerintah melakukan kebijakan kenaikan harga BBM sesuai Undang-Undang Nomor 11/2010 tentang APBN 2011. Khususnya, pasal 7 terkait kebijakan BBM bersubsidi sudah terpenuhi.
Menurut saya, saya setuju dengan rencana pemerintah untuk menaikan harga bbm bersubsidi, karena untuk menanggulangi resiko melonjaknya biaya subsidi akibat spekulan.
Sumber : www.liputan6.com